Perpustakaan FAH UIN Alauddin

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Nurcholis madjid : sekularisasi dan desekralisasi
Penanda Bagikan

Indeks Artikel

Nurcholis madjid : sekularisasi dan desekralisasi

Samhi Mu'awan Jamal - Nama Orang;

Islam dan modernitas telah saling bersentuhan terjadi dalam kurum waktu yang cukup lama. Modernitas yang lahir dari Barat ini, oleh masyarakat Muslim, dianggap sebagai suatu kenyataan atau tantangan yang mešti dihadapi. Suatu hal yang wajar, bahwa sepanjang dua abad terakhir ini, tema yang paling menonjol dalam diskursus keislaman kontemporer adalah Islam dan tantangan modernitas. Tema ini menguat, terutama berkaitan dengan realitas kemunduran dan keterbelakangan umat Islam di seluruh dunia. Jadi, secara umum dapat dikatakan bahwa Islam telah mengalami marginalisasi peran, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya.rnTema tersebut di atas secara histories paling tidak telah muncul pada akhìr abad ke-18, sejak kontak pertama umat Islam dengan Barat modern melalui ekspedisi Napoleon di Mesir tahun 1789. Dalam pérkembangan selanjutnya muncul gerakan modernisasi dalam Islam yang dipelopori sejumlah tokoh intelektual Muslim, seperti Jamaluddin al-Afgani, seorang pembaru Muslim akhir abad kesembilan belas yang pantas menyandang gelar Bapak Nasionalisme Muslim Modern. Ia menyeru agar kaum Muslimin menentang impenarialisme, meraih kemerdekaan politik dan mengupayakan kembali kebangunan intelektual yañg berakar pada Islam. Kemerdekaan dan pembaruan Islam merupakan syarat penting untuk memulihkan kekuatan dan kejayaan Islam yang telah hilang. Murid-murid Jamaluddin al-Afgani, seperti Muhammad Abduh dari Mesir (l849-1905) dan Rasyid Rida dan Suriah (1865-1935) mencoba mencuatkan kembali doktrin klasik Islam sebagai dasar pembaruan politik, hukum dan inte1ektual islam.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
051 ADA-9 2005
Penerbit
Makassar : FAH UIN Alauddin Makassar., 2005
Deskripsi Fisik
49-58 hlm.; 23 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
14216141
Klasifikasi
051
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed. 9 Tahun 2005
Subjek
Nurcholis Madjid
Sekularisasi
Desakralisasi
Info Detail Spesifik
Ed. 9 Tahun 2005 Hlm. 49-58
Pernyataan Tanggungjawab
Samhi Mu'awan Jamal
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FAH UIN Alauddin
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?