Perpustakaan FAH UIN Alauddin

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Peran Tokoh Nasionalis Islam dalam Sidang BPUPKI Tahun

1945 (Studi Historis)
Penanda Bagikan

Buku Non Teknik

Peran Tokoh Nasionalis Islam dalam Sidang BPUPKI Tahun 1945 (Studi Historis)

Nurul Pratami Putri - Nama Orang;

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Latar belakang
nasionalisme Islam di BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) berakar dari transformasi pergerakan nasional awal
abad ke-20 yang dipengaruhi oleh gerakan Pan-Islamisme global, serta
lahirnya organisasi modern seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan

Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, Persatuan Tarbiyah Islamiyyah, dan Al-
Irsyad Al-Islamiyah yang kemudian memanfaatkan ruang dialektika bentukan

Jepang untuk memperjuangkan kedaulatan yaitu BPUPKI. 2) Peran tokoh
nasionalis Islam, seperti K.H. Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Haji Agus
Salim, Abikusno Cokrosuyoso, Abdul Kahar Muzakir, K.H. Ahmad Sanusi, Dr.
Sukiman Wiryosanjoyo, dan Mohammad Natsir sangat signifikan dalam proses
perumusan dasar negara melalui gagasan dan argumentasi mereka yang
mengintegrasikan nilai syariat dan moralitas Islam ke dalam sistem
kenegaraan modern, salah satunya melalui perumusan Piagam Jakarta
bersama Panitia Sembilan. 3) Pengaruh nasionalis Islam mencapai puncaknya
pada sikap kenegaraan tokoh nasionalis Islam yang akomodatif demi
persatuan bangsa, mereka dengan ikhlas menyetujui penghapusan tujuh kata
dalam Piagam Jakarta pada 18 Agustus 1945 demi mengintegrasikan
Indonesia Timur agar tidak memisahkan diri, tujuh kata tersebut yaitu

“Ketuhanan dengan kewajiiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya” sekaligus menjadi sila pertama Pancasila yang kemudian

berubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai kompromi teologis yang
selaras dengan konsep Tauhid sekaligus menjadi payung inklusif spiritual bagi
keberagaman Indonesia.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FAH UIN Alauddin SPI-2026-NUR p
SKR-2026-0260
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPI-2026-NUR p
Penerbit
Makassar : FAH. Adab & Humaniora UIN ALauddin., 2026
Deskripsi Fisik
vi, 72 hal :Ilus :, 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SPI-2026-NUR p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Peran Tokoh Nasionalis Islam
Sidang BPUPKI
Tahun 1945
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FAH UIN Alauddin
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?