Text
Rumah Kaca
Buku karya Pramoedya Ananta Toer ini merupakan bagian penutup dari Tetralogi Buru yang memotret lahir dan berkembangnya kesadaran nasionalisme di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Berbeda dari tiga buku sebelumnya, Rumah Kaca mengambil sudut pandang Pangemanann, seorang klerk/arsiparis kepolisian kolonial yang ditugaskan untuk mengawasi, menganalisis, dan memetakan gerakan-gerakan kebangkitan rakyat serta para tokoh pergerakan (seperti Minke) bagaikan melihat kehidupan di dalam sebuah "rumah kaca". Melalui alur penceritaan yang sarat konflik batin dan analisis sosio-politik, novel fiksi sejarah ini mengeksplorasi kontradiksi moral seorang agen kolonial, mekanisme kontrol kekuasaan imperialis, serta daya tahan dan dinamika perjuangan pergerakan nasional dalam melawan penindasan penjajahan.
Tidak tersedia versi lain