Buku Non Teknik
Konflik Kekuasaan Antara Al-Amin dan Al-Ma’mun 810-813 M
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, kondisi
pemerintahan Dinasti Abbasiyah sebelum terjadinya konflik kekuasaan sangat
stabil. Puncak kejayaan Islam dicapai pada masa ini (golden age). Kedua,
terjadinya konflik kekuasaan antara Al-Amin dan Al-Ma’mun dipicu atas
pelanggaran wasiat Harun al-Rasyid oleh Al-Amin akibat pengaruh Al-Fadhl
bin Ar-Rabi’. Selama konflik berlangsung, Al-Amin mengirim tiga kali ekspedisi
militer untuk melawan Thahir. Konflik ini dimenangkan oleh Al-Ma’mun.
Setelah konflik, Al-Ma’mun melakukan perombakan dalam pemerintahan atas
saran Al-Fadhl bin Sahl. Ketiga, dampak jangka pendek dari perebutan
kekuasaan ini, banyak terjadi kerusakan infrastruktur, kemerosotan ekonomi,
dan terjadi pemberontakan. Perlawanan ini terjadi karena ada beberapa
kelompok yang belum bisa menerima kematian Al-Amin. Kelompok yang
melakukan perlawanan yaitu kelompok alawi dan diluar kelompok alawi.
Dominasi etnis non-Arab menjadi awal penyebab kemunduran dinasti
Abbasiyah. Dampak jangka panjangnya, beberapa wilayah memerdekakan diri
dari Dinasti Abbasiyah membentuk dinasti otonom, polarisasi ideologi dan
agama, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Tidak tersedia versi lain