Buku Non Teknik
Tari Pakkarena Bura’ne di Desa Pacce’lang Kabupaten Pangkep (Studi Unsur-Unsur Budaya Islam)
Hasil dari penelitian yang dilakukan penyusun bahwa 1) Tari pakkarena
bura’ne ini berasal dari kerajaan siang yang bergabung dengan Kerajaan Gowa
dan Tallo sebagai kerajaan kembar. Tradisi dalam tarian adalah sebagai
bentuk penghormatan para tamu undangan pada malam ramah tamah dalam
kegiatan Mappalili atau turuh sawah. 2) Tari pakkarena bura’ne ini memiliki
dua ragam gerak, yaitu Akkaleo (Bergerak atau berputar) dan Ammingki,
Gerak dalam tarian lebih fokus pada gerakan bahu, tangan, lutut dan kaki
gerakan tangan hanya sebagai gerakan penyeimbangan saja. 3) Nilai-nilai
budaya Islam dalam tari pakkarena bura’ne adalah nilai saling menghargai
dan menghormati sesama. Di Islam kita sebagai kaum muslim sangat
dianjurkan untuk memuliakan tamu dengan tetap menjaga silatuhrami serta
di tari pakkarena bura’ne juga memberikan nilai budaya gotong-royong.
Untuk berlangsungnya acara dengan baik maka dibutuhkan kerja sama yang
baik dan untuk menampilkan penampilan tari pakkarena bura’ne yang baik
harus memiliki kerja sama antara penari dan pemusik.
Tidak tersedia versi lain